Jumat, 25 Maret 2011

TEKANAN TERHADAP PENGUNGKAPAN DAN HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

TEKANAN TERHADAP PENGUNGKAPAN DAN HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

Tekanan internasional terhadap perkembangan akuntansi dalam rangka perbandingan akuntansi dan informasi akuntansi muncul di berbagai kelompok kepentingan dan organisasi. Kata harmonisasi sering rancu dengan standarisasi. Harmonisasi merupakan pendekatan yang lebih fleksibel dibanding standarisasi. Berbagai kelompok kepentingan yang berpengaruh terhadap pengungkapan dan harmonisasi akuntansi adalah sebagai berikut : pemerintah, serikat dagang dan buruh, investor (termasuk analis keuangan), bankir dan kreditor, publik, akuntan dan auditor.
1. Pemerintah
Secara faktual, pemerintah bukan pemakai penting dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Tetapi, pemerintah dalam situasi tertentu bertindak sebagai pengatur untuk tujuan-tujuan tertentu. Sebagai contoh, partisipasi dan dukungan terhadap United Nations Commission Transnational Corporations, memberikan gambaran tekanan pemerintah terhadap pengungkapan informasi. Beberapa kendala yang dihadapi pemerintah yang berperan dalam pengaturan pengungkapan informasi, pertama adalah informasi yang relevan terhadap operasi suatu perusahaan mungkin tidak tersedia dari perusahaan tersebut tapi dari luar perusahaan, misalnya dari perusahaan induk. Yang kedua adalah peran penting perusahaan multinasional dalam perdagangan dunia dan pembangunan menyebabkan pemerintah secara langsung atau melalui organisasi intergovernmental melakukan evaluasi dan monitor terhadap strategi, kinerja, dan perilaku perusahaan multinasional secara keseluruhan. Ketiga, peran pemerintah dijalankan oleh fungsi-fungsi dari berbagai departemen, misalnya Dirjen Pajak.

2. United Nations
Keterlibatan UN dalam debat pengungkapan informasi adalah pada tahun 1976 pada saat Group of Experts ditunjuk untuk membuat proposal mengenai pengaruh perusahaan multinasional terhadap pembangunan dan hubungan internasional. Studi tersebut tidak hanya mengidentifikasi problem perbandingan internasional tapi juga mengungkapkan kekurangan informasi baik finansial maupun nonfinansial.akibatnya Group of Experts berkonsentrasi kepada pengembangan daftar item minimum baik finansial maupun nonfinansial yang diungkapkan oleh perusahaan untuk laporan perusahaan secara umum baiik pada level perusahaan secara keseluruhan atau anggota perusahaan secara individu. Hasilnya adalah usulan secara komprehensif dan detail terhadap laporan keuangan konsolidasi, informasi segmental, dan informasi nonfinansial dan informasi sosial.

3. Organization For Economic Cooperation And Development
Merupakan keanggotaan yang lebih terbatas dibandingkan UN. Dengan hanya 24 anggota, organisasi ini merupaka perwujudan kepentingan megara-negara industrialis terutama di negara-negara Barat termasuk Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika. Secara umum tujuan OECD adalah bekerja untuk membangun suatu kesepakatan dan pengertian internasional terhadap isu-isu yang bermacam-macam, sebagai dasar untuk meningkatkan perbandingan dan harmonisasi serta standar pelaporan.

4. European Community
EC telah terlibat dalam harmonisasi internasional dan standar pelaporan sejak pertengahan 1960-an sebagai bagian penting dari program harmonisasi company law yang dilakukan berdasarkan Treaty of Rome pada tahun 1957. Harmonisasi akuntansi dan pelaporan dalam EC signifikan terhadap perusahaan multinasional karena dibanding dengan UN dan OECD, berbagai kesepakatan yang mengambil bentuk directive mempunyai kekuatan hukum melalui negara-negara dalam komunitas.

5. Serikat Dagang dan Pekerja
Dalam konteks nasional, serikat dagang berusaha untuk mempengaruhi perilaku perusahaan multinasional maupun dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. Hubungan antara serikat dagang dan perusahaan mutinasional menjadi lebih kompleks dan bervariasi. Informasi yang dibutuhkan oleh serikat dagang tergantung point-point spesifik berdasar bentuk perusahaan dan tujuan informasi tersebut dibuat.

6. Investor
Investor termasuk analis keuangan adalah mereka yang mempunyai akses dan menggunakan laporan perusahaan dan informasi lain yang dipublikasikan sebagai dasar keputusan investasi. Kepentingan investor untuk memperoleh informasi dari perusahaan diwakili oleh organisasi anallis keuangan internasional. Jenis informasi yang relevan bagi investor dan analis keuangan adalah yang berhubungan dengan performance dan prospek keuangan masa depan operasi MNE secara menyeluruh, khususnya berdasar segmentasi geografis dan line of business.

7. Bankir dan Kreditor
Sama dengan investor informasi yang dibutuhkan oleh bankir dan kreditor adalah difokuskan pada informasi perusahaan yang berkaitan dengan posisi keuangan, performance, dan prospek masa depan. Dalam konteks harmonisasi akuntansi internasional, organisasi perbankan internasional terlibat dalam mendukung supaya informasi dari kliennya ; pemerintah, institusi keuangan, dan perusahaan lebih komparabel.

8. Publik
Kelompok ini misalnya adalah konsumer dan pemegang saham. Tampaknya sangat bermanfaat mengidentifikasi ini dalam kaitannya dengan performance social MNEs. Mereka yang mempertimbangkan aspek ini mencakup pemerintah, serikat dagang, investor, bankir, kreditor, konsumer, pembayar pajak, dan pihak lain yang dipengaruhi oleh performance social MNEs, sebagai ganti atau tambahan dari performance financial.

9. Akuntan dan Auditor
Sebagai penyiap dan pemakai informasi MNE, sangatlah nyata bahwa peran akuntan sangat penting. Mereka sangat berpengaruh dan bertanggungjawab atas informasi tersebut. Hal ini dikuatkan dengan peran akuntan sebagai auditor yang berfungsi sebagai pemverifikasi laporan yang dikeluarkan oleh MNE bagi pihak luar. Bersamaan dengan tumbuhnya secara pesat perusahaan akuntan publik internasional sebagai respon atas MNEs aktif dalam harmonisasi akuntansi dan pelaporan, maka pengembangan organisasi profesi secara internasional menjadi penting.
10. Harmonisasi dan Pengungkapan
Harmonisasi dan pengungkapan akuntansi mungkin menolong mengembalikan keseimbangan persaingan antara MNEs dan perusahaan domestik negara tuan rumah dan meningkatkan posisi penawaran pemerintah tuan rumah. Akan tetapi peraturan adalah penting sebagai alternatif atau suplemen untuk menekan dorongan pasar dalam negara-negara tuan rumah dan dalam pasar keuangan internasional yang terlibat mengandalkan pada perluasan lingkungan internasional yang lebih kompetitif.

Kamis, 24 Maret 2011

KOMBINASI DAN KONSOLIDASI BISNIS INTERNASIONAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

KOMBINASI DAN KONSOLIDASI BISNIS INTERNASIONAL

Suatu kombinasi bisnis dapat terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan satu perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas yang baru tersebut meneruskan aktivitas perusahaan-perusahaan terdahulu yang semula terpisah (APB Opinion No.16).
Menggabungkan entitas-entitas bisnis yang semula terpisah adalah suatu alternatif untuk memperluas usaha. Meskipun tujuan utama kombinasi bisnis adalah profitabilitas, namun manfaat lain yang diperoleh adalah efisiensi operasi melalui integrasi operasi maupun diversifikasi risiko bisnis melalui konglomerasi.
Kombinasi bisnis dadpat dikategorikan menjadi salah satu bentuk di bawah ini :
1. Merger, yaitu apabila suatu perusahaan mengambil alih operasi suatu entitas bisnis lain dan entitas bisnis tersebut kemudian dilebur menjadi satu dengan perusahaan yang mengambil alih.
2. Konsoslidasi, yaitu apabila suatu perusahaan baru terbentuk dengan mengambil alih aset atau operasi dua atau lebih entitas bisnis yang terpisah dan perusahaan-perusahaan lama tersebut dibubarkan.
3. Akuisisi, yaitu apabila suatu perusahaan membeli hak milik entitas lain, namun kedua entitas bisnis tersebut tetap beroperasi secara terpisah.
Kinerja keuangan dan prospek masa depan perusahaan sebagai sebuah entitas bisnis menarik perhatian berbagai kelompok seperti investor, bankir, pekerja, dan manajer. Dalam konteks ini sebuah laporan keuangan yang dikontrol dan dikoordinasikan oleh perusahaan induk menjadi relevan.
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Laporan keuangan konsolidasi umumnya diterima dalam praktek sebagai cara akuntansi untuk kombinasi bisnis secara internasional. Laporan konsolidasi menjadi relevan bukan hanya terhadap pemakai luar tapi digunakan manajemen untuk kontrol dan koordinasi.
A. Perbandingan Praktek
Dalam survei yang dilakukan pada tahun 1989 terhadap perusahaan multinasional menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan menyediakan laporan keuangan konsolidasi internasional. Dalam praktek, kualitas dan kuantitas informasi konsolidasi bervariasi baik antarnegara maupun dalam satu negara. Di Inggris, neraca dari sebuah perusahaan induk selalu disediakan sebagai tambahan dari neraca dan laporan rugi laba konsolidasi. Sebaliknya di Amerika, hanya laporan keuangan konsolidasi yang disediakan. Di Jerman, praktek yang umum adalah penyediaan informasi baik perusahaan induk maupun laporan keuangan konsolidasi. Ada pula beberapa negara yang mensyaratkan secara ketat peraturan untuk pengungkapan konsolidasi seperti Jepang pada tahun 1976 dan ada yang sukarela melakukannya seperti beberapa perusahaan di Italia dan Swiss.
B. Purchase vs Pooling Interest
Terdapat perbedaan pertimbangan antarnegara untuk menerapkan berbagai metode yang ada untuk konsolidasi. Di Inggris metode konsolidasi yang biasanya digunakan adalah purchase dimana aset direvaluasikan ke fair value pada tanggal akuisisi dan perbedaan antara harga beli dan revaluasi diakui sebagai goodwill dalam konsolidasi. Di beberapa negara lain metode pooling of interest juga dijalankan dalam situasi tertentu. Pada metode ini aset tidak direvaluasi, tidak ada goodwill dan tidak ada perbedaan pendapatan antara sebelum dan sesudah akuisisi.
Pengaruh perbedaan itu addalah di bawah pendekatan akuisisi, laba kombinasi menurun dengan kenaikan depresiasi karena revaluasi aset. Penurunan profit mungkin terjadi karena amortisasi goodwill meskipun write-off diperbolehkan. Karena itu terdapat kecenderungan penggunaan metode pooling of interest sebagai alternatif metode purchase.
Dalam praktek, metode poolong of interest hanya digunakan untuk sebagian kecil perusahaan multinasional. Di Australia dan Jepang tidak diperbolehkan tapi dijalankan di Kanada dan AS dalam situasi tertentu dan diperbolehkan dinegara-negara seperti Perancis, Jerman, Belanda, Swedia, Swiss, dan Inggris.
USAHA HARMONISASI INTERNASIONAL
Menyangkut harmonisasi internasional pada permasalahan konsoliddasi, terdapat beberapa ide yang mengarah pada pemahaman secara bersamaan mengenai konsolidasi terutama pada tingkat masyarakat Eropa dan IASC. Di Eropa langkah yang paling berharga bagi harmonnisasi adalah adaptasi Seventh Directive On Consolidated Account pada tahun 1983. Point yang tercantum sangat penting dalam hal memberi arahan bagi konsolidasi secara luas pada tingkat dunia. Arahan tersebut juga searah dengan praktek akuntansi anglo-amerika yang dominan pada saat ini. Meskipun demikian arahan ini juga memasukkan praktek-praktek di Eropa.
LAPORAN ALIRAN KAS
Laporan aliran kas atau laporan posisi keuangan semakin diakui sebagai sebuah perangkat yang tidak kalah pentingnya dalam keseluruhan laporan keuangan konsolidasi. Laporan ini menggambarkan aliran masuk dari operasi dan dari hal lain seperti pinjaman baru, modal, atau penjualan aset bersama aliran keluar dana yang diperuntukkan bagi pembayaran dividen, pembayaran utang dan investasi.
USAH HARMONISASI INTERNASIONAL
Pada tingkat masyarakat Eropa, permintaan atau proposal berhubungan dengan dana dan laporan arus kas tidak ada. Hal yang tidak mengherankan jika permintaan untuk itu hanya ada di Pernaacis dan Inggris dan negara-negara anggota INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD 7 (IAS 7), tidak jauh beda dari rekomendasi presentasi laporan dana. IAS 7 tidak memberi bahasan spesifik item-item yang diungkapkan maupun bagaimana laporan disajikan, hanya menyatakan bahwa perusahaan harusnya mengadopsi laporan perubahan posisi keuangan.
AKUNATNSI JOINT VENTURE
Joint venture merupakan fenomena bisnis yang relatif baru dan tumbuh dengan cepat beserta isu-isu yang melatarbelakangi. Baik antara perusahaan multinasional itu sendiri dan antara perusahaan dinegara tempat operasinya maupun dengan pemerintah. Masalah yang terjadi adalah bagaimana untuk melakukana koordinasi kultur dan tradisi akuntansi yang berbeda dengan cara yang dapat memberikan solusi kepada kontrol keuangan, pengukuran laba, dan penilaian investasi joint venture. Jika terdapat perbedaan penilaian aset, depresiasi, perlakuan utang dan penggunaan dana untuk berbagai tujuan termasuk investasi baru dan manfaat sosial pegawai.

PERBANDINGAN PRAKTEK DAN SISTEM AKUNTANSI

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

PERBANDINGAN PRAKTEK DAN SISTEM AKUNTANSI

Anglo-Saxon Accounting
Negara-negara penganut Anglo-saxon diwakili oleh Amerika dan Inggris. Pasar modal adalah pengaruh yang signifikan terhadap praktek akuntansi di Amerika, namun di Inggris pasar modal tidak begitu dominan. Di Amerika Serikat, akuntansi difokuskan pada perusahaan dan kepentingan investor, meskipun kebutuhan kreditor dan pengguna lain diakui.
Nordic Accounting
Negara-negara penganut akuntansi nordic dibeberappa hal mirip dengan negara-negara penganut anglo-saxon, tetapi ada beberapa pengaruh penting Germanic, khususnya dalam perpajakan. Akuntansi nordic cenderung relatif optimistik dan transparan dibandingkan dengan Germanic dan negara-negara Latin, tetapi kurang optimis dan transparan dibandingkan grup anglo-saxon. Negara yang termasuk menganut akuntansi nordic adalah Belanda dan Swedia.
Germanic Accounting
Negara-negara Germanic, dalam beberapa hal berbeda secara signifikan dari kelompok anglo-saxon dan nordic. Pengaruh company law dan perpajakan sangat besar. Kelompok Germanic meliputi Jerman, Austria, Israel, dan Switzerland. Germanic accounting berpengaruh terhadap Perancis, Jepang dan koloni-koloninya di Afrika. Germanic accounting cenderung relatif konservatif dan secretif dibandingkan anglo-saxon accounting.
Latin Accounting
Grup Latin ini terdiri dari kelompok negara maju seperti Belgia, Perancis, Argentina, Brazil, Spanyol, Italia, dan kelompok negara kurang maju seperti Chili, Kolumbia, Peru, dan Uruguay. Juga beberapa negara koloni seperti Zaire, Senegal. Latin accounting cenderung relatif konservatif dan secretive dibandingkan dengan negara Anglo-saxon.
Asian Accounting
Negara-negara di Asia mempunyai kultur yang cukup berbeda dengan kelompok Anglo-saxon, Nordic, Germanic, dan Latin. Namun dengan adanya sejarah kolonial, akuntansi juga terpengaruh oleh negara Belanda untuk Indonesia, Inggris untuk negara seperti Pakistan, Hongkong, Singapura dan Malaysia. Spanyol atau Amerika mempunyai pengaruh di Filipina. Jepang cukup dipengaruhi oleh Jerman dan AS. Akuntansi di Asia relatif conservative dan secretive dibandingkan dengan negara-negara Anglo-saxon.

Selasa, 22 Maret 2011

PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional
PERKEMBANGAN AKUNTANSI INTERNASIONAL
Bersamaan dengan berkembangnya kesadaran terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan akuntansi, terdapat pula kenyataan bentuk-bentuk akuntansi yang berbeda pada tiap negara. Berbagai bentuk akuntansi tersebut tentu saja dapat diklasifikasikan berdasarkan perbedaan dan persamaan yang dimiliki. Klasifikasi akuntansi dan sistem pelaporan perlu dilakukan untuk melakukan deskripsi, analisa dan prediksi terhadap perkembangan sistem akuntansi. Tujuannya adalah untuk dapat membantu mengetahui sejauh mana suatu sistem mempunyai persamaan dan perbedaan. Bentuk-bentuk perkembangan sistem akuntansi suatu negara dibandingkan dengan yang lain serta kemungkinannya untuk berubah, dan alasan mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan yang lain. Selain itu pengklasifikasian tersebut seharusnya juga dapat membantu pengambilan keputusan untuk menilai prospek dan problem dalam masalah harmonisasi internasional.
Klasifikasi Akuntansi dan Sistem Pelaporan
Terdapat dua pendekatan untuk klasifikasi sistem akuntansi yaitu :
1. Pendekatan deduktif, berkaitan dengan pendekatan ini ada empat pendekatan dalam pengembangan akuntansi.
a. Macroeconomic Pattern
Akuntansi untuk bisnis berhubungan erat dengan kebijakan perekonomian nasional.
b. Microeconomic Pattern
Akuntansi dipandang sebagai cabang ekonomi bisnis. Konsep utamanya adalah bagaimana memepertahankan investasi modal dalam sebuah entitas bisnis.
c. Independent Dicipline Approach
Akuntansi dipandang sebagai fungsi jasa dan diderivasikan dari praktek bisnis.
d. Uniform Accounting Approach
Akuntansi dipandang sebagai alat yang efisien untuk administrasi dan kontrol.

2. Pendekatan induktif, Nobes dalam Journal of Business Finance and Accounting (Spring, 1983) mengidentifikasi faktor-faktor yang membedakan sistem akuntansi, yaitu :
a. Tipe pemakai laporan keuangan yang dipublikasikan
b. Tingkat kepastian hukum
c. Peraturan pajak dalam pengukuran
d. Tingkat konservatisme
e. Tingkat ketaatan penerapan dalam historical cost
f. Penyesuaian replacement cost
g. Praktek konsolidasi
h. Kemampuan untuk memperoleh provisi
i. Keseragaman antarperusahaan dalam menerapkan peraturan
Pengaruh-pengaruh Terhadap Perkembangan Dunia Akuntansi
Kultur dan akar sejarah suatu negara merupakan langkah awal untuk mengenali faktor-faktor yang berpengaruh terhadap akuntansi. Kultur merupakan elemen penting yang harus dipertimbangkan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem sosial berubah karena pengaruh kultur yaitu norma dan nilai suatu sistem dan perilaku kelompok dalam interaksinya di dalam dan di luar sistem.
1. Elemen-elemen struktural dan kultural yang mempengaruhi bisnis
a. Individualisme vs kolektivisme
Individualisme merupakan suatu kecenderungan fungsi sosial yang relatif bebas dan individual berarti hanya mengurus diri sendiri dan keluarganya. Kebalikannya, kolektivisme adalah kecenderungan fungsi-fungsi sosial yang relatif ketat dimana masing0masing individu mengidentifikasi diri sebagai kelompok dengan loyalitas yang tidak perlu dipertanyakan. Masalah utama dimensi ini adalah tingkat interedensi individu dalam sebuah masyarakat.

b. Large vs small power distance
Power distance adalah sejauh mana anggota masyarakat menerima kekuasaan dalam institusi dan organisasi didistribusikan tidak merata. Masyarakat dalam small power distance membutuhkan kesamaan kekuasaan dan justifikasi untuk ketidaksetaraan kekuasaan. Masyarakat di large power distance menerima perintah hirarki dimana tiap-tiap orang mempunyai tempat tanpa perlu justifikasi lagi. Masalah utama dimensi ini adalah bagaimana sebuah masyarakat menangani ketidaksetaraan di antara orang-orang jika memang terjadi.

c. Strong vs weak uncertainty avoidance
Adalah tingkat dimana anggota masyarakat merasa tidak nyaman denga ketidakpastian. Strong uncertainty avoidance berusaha mempertahankan suatu bentuk masyarakat yang begitu besar kepercayaannya dan kurang toleran terhadap orang atau ide-ide alternatif. Kebalikannya untuk weak uncertainty avoidance. Tema utama dimensi ini adalah bagaimana reaksi sebuah masyarakat terhadap fakta bahwa waktu hanya berjalan satu arah dan masa depan tidak diketahui serta apakah akan mencoba untuk mengontrol masa depan atau membiarkannya.

d. Maskulin vs feminim
Maskulin cenderung pada suatu masyarakat yang memberikan parameter pada keluarga, heroisme, dan sukses-sukses material. Sebaliknya feminisme cenderung pada hubungan personal, toleran pada kelemahan dan kualitas hidup. Tema utama pada dimensi ini adalah untuk bagaimana masyarakat memberikan peran-peran sosial berhubungan dengan masalah gender.

Nilai Akuntansi

1. Profesionalisme vs statutory control
Kemampuan untuk melakukan judgement profesional secara individu serta berusaha mempertahankan regulasi profesional yang mandiri dilawankan dengan kepatuhan terhadap persyaratan legal dan statutory control.

2. Uniformity vs flexibility
Kecenderungan untuk melakukan praktek akuntansi yang seragam dan konsisten antarperusahaan dibandingkan dengan tingkat fleksibilitas untuk menerapkan praktek disesuaikan dengan kondisi suatu perusahaan.

3. Conservatisme vs optimisme
Kecenderungan orang untuk berhati-hati terhadap suatu tingkat resiko saat ini maupun ketidakpastian di masa depan dibandingkan dengan perilaku yang lebih optimis dan keberanian untuk mengambil resiko.

4. Secrecy vs transparancy
Kecenderungan untuk melakukan pembatasan pengungkapan informasi mengenai bisnis hanya pada pihak-pihak yang terlibat intens dengan manajemen dan keuangan dibandingkan dengan yang lebih transparan dan terbuka.

Senin, 21 Maret 2011

SISTEM AKUNTANSI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

SISTEM AKUNTANSI DALAM LINGKUNGAN GLOBAL

Pengaruh Lingkungan Terhadap Bisnis dan Manajemen
Perusahaan tidak harus beradaptasi secara pasif terhadap lingkungan dimana perusahaan tersebut beroperasi. Perusahaan tersebut dapat memodifikasi bahkan mengubah lingkungan yang ada dalam suatu negara, sehingga perusahaan tersebut dapat beroperasi secara lebih efeltif dan efisien. Misalnya jika undang-undang di suatu negara menghambat suatu aktivitas bisnis, perusahaan tersebut dapat mengubah undang-undang tersebut dengan cara mendukung calon pembuat undang-undang (legislatif) yang mau mengubah undang-undang yang sudah ada, atau dengan cara melobi pihak yang berwenang agar undang-undang yang sudah ada tersebut diganti.
Ada dua poin yang harus dicatat untuk memahami berbagai perbedaan praktek bisnis dan akuntansi yang terjadi di berbagai negara, yaitu :
1. Analisis lingkungan merupakan alat yangbernilai (valueable tool) untuk menjelaskan dan memahami perbedaan cara beroperasi perusahaan di suatu negara.
2. Memaklumi adanya relativitas budaya (culture relativism), artinya rasionalitas suatu perilaku harus dinilai berdasarkan konteks budaya yang ada dalam negara itu sendiri, dan bukan budaya luar.

Pengaruh Lingkungan Terhadap Akuntansi

Sama halnya dengan bisnis secara umum, praktek akuntansi dan pengungkapan informasi pun dipengaruhi oleh faktor ekonomi, sosial, dan politik. Faktor-faktor yang mempengaruhi praktek akuntansi dan pengungkapan informasi adalah :

1. Budaya
2. Regulasi akuntansi
3. Profesi akuntansi
4. Riset dan pendidikan akuntansi
5. Inflasi
6. Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi
7. Sistem perpajakan
8. Pasar modal dan pasar uang
9. Aktivitas-aktivitas perusahaan
10. Sistem kepemilikan perusahaan
11. Sistem politik
12. Sistem hukum
13. Iklim sosial
14. Faktor-faktor internasional

Sistem akuntansi di suatu negara akan bervariasi berdasar besarnya pengaruh lingkungan tersebut di atas, dan sistem tersebut akan memunculkan pola perilaku tertentu. Berkaitan dengan kepemilikan, perusahaan yang dimiliki oleh publik tentu saja membutuhkan pengungkapan dan akuntabilitas publik yang lebih besar dibandingkan dengan perusahaan yang dimiliki keluarga. Sistem akuntansi juga akan dipengaruhi oleh aktivitas bisnis. Berkenaan dengan sumber dana perusahaan, tentu saja tekanan terhadap akuntabilitas publik dan pengungkapan informasi menjadi lebih besar jika perusahaan tersebut didanai oleh pihak luar dibandingkan jika perusahaan tersebut didanai keluarga atau bank.
Atas faktor-faktor tersebut, satu hal yang harus dicatat adalah faktor-faktor tersebut bersifat dinamis dan bervariasi antara satu negara dengan yang lain. Dinamika dan variasi ini berakibat pada bervariasinya sistem akuntansi di berbagai negara. Selain itu, faktor utama yang memajukan perkembangan pelaporan perusahaan adalah hasil akhir proses akuntansi secara internasional adalah pemilikan saham oleh masyarakat, pertumbuhan manajemen profesional, dan bursa surat berharga (pasar modal).

Akuntabilitas dan MNEs

Pengungkapan informasi sangat menjadi perhatian baik bagi perusahaan yang kepemilikan dan operasinya di satu negara (domestic enterprise) maupun yang operasinya di beberapa negara (MNEs). Meski demikian, permintaan pengungkapan informasi suatu MNE lebih besar jika dibandingkan dengan domestic enterprise. Hal ini disebabkan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari proses bargaining power negara yang ditempati. Bagaimanapun juga, antara MNEs dan negara yang ditempati terjadi konflik kepentingan. MNEs ingin mendapatkan keuntungan sebesar mungkin dari negara yang ditempati yang tidak diperoleh negara lain, dan begitu juga sebaliknya, negara yang ditempati pun ingin mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan oleh MNE.

Budaya dan Lingkungan Global

Bisnis dan perilaku manajerial sangat dipengaruhi budaya. Sistem nilai sangat mempengaruhi pengembangan dan pemeliharaan institusi sosial seperti sistem keluarga, struktur kelas sosial, sistem hukum, sistem politik, sistem keuangan, jenis kepemilikan bisnis, dan sistem pendidikan. Budaya atau sistem nilai di suatu negara bisa menyebar lewat subculture organisasi dan lingkungan kerja yang ada di suatu negara. Akuntansi dan akuntan pun dapat dilihat dengan framework ini. Sistem dan praktek akuntansi di suatu negara pun dipengaruhi oleh sistem nilai yang berlaku. Dengan pendekatan inni kita bisa memahami mengapa hingga saat ini terjadi perbedaan sistem akuntansi dan pelaporan di berbagai negara.

Tekanan Internasional Untuk Perubahan Akuntansi

Faktor-faktor tekanan internasional yang mempengaruhi perubahan akuntansi adalah :

1. Interdependensi ekonomi/politik antarnegara
2. Penanaman modal asing langsung
3. Perubahan strategi perusahaan multinasional
4. Dampak teknologi baru
5. Pertumbuhan yang cepat dari pasar uang internasional
6. Ekspansi bisnis jasa
7. Berbagai kegiatan organisasi pengatur internasional

Guna membuat standar akuntansi dan auditing internasional, the International Accounting Standards Committee (IASC) dan the International Federation of Accountants (IFAC) melakukan berbagai usaha untuk tujuan harmonisasi tersebut. Selain itu, kedua organisasi tersebut juga memberikan berbagai “private professional sounterpoint” untuk berbagai organisasi intergovernmental seperti UN, OECD, dan the European Community.

Minggu, 20 Maret 2011

BISNIS INTERNASIONAL DAN STRATEGI MULTINASIONAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional
BISNIS INTERNASIONAL DAN STRATEGI MULTINASIONAL

Bisnis internasional mencakup transaksi-transaksi bisnis yang melibatkan dua negara atau lebih. Transaksi ini bisa saja dilakukan oleh sektor swasta atau negara. Pemahaman bisnis internasional menjadi penting karena apresiasi terhadap tantangan dan peluang akuntansi internasional sangat dipenngaruhi oleh pemahaman lingkungan internasional dan pemikiran strategis yang bersifat global.
Alasan Menjalankan Bisnis Internasional
1. Memperluas pemasaran atau penjualan bagi perusahaan yang mempunyai kapasitas (produksi) berlebih dan tidak ada lagi peluang atau kesempatan memasarkan atau menjual produk di negara tempat perusahaan berada.
2. Memperoleh akses bahan baku dan faktor-faktor produksi lain dimana perusahaan harus mempertimbangkan sumber daya alam dan iklim yang memungkinkan untuk menjalankan aktivitasnya dan mencari daerah yang biaya tenaga kerja dan overheadnya murah.
3. Mendapatkan akses pengetahuan, khususnya teknologi karena dengan dikuasainya teknologi akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam koompetisi di pasar global.
Macam Bisnis Internasional
1. Ekspor dan impor yang bisa berupa barang atau jasa.
2. Kontrak manajemen. Misalnya sebuah hotel yang dimiliki oleh investor lokal membayar manajer untuk mengelola hotel tersebut.
3. Pemakaian lisensi pada perusahaan yang memiliki aset spesial seperti proses produksi, merek, paten, hak cipta, dan lain-lain bisa memberikan lisensi kepada seseorang di luar negeri untuk menggunakan aset tersebut dengan membayar royalti atas penggunaan aset tersebut. Biasa dikenal dalam bentuk franchise. Di Indonesia banyak sekali franchise seperti Mc. Donald’s, KFC, Pizza Hut, Starbucks, dan lain-lain.
4. Investasi bisa dilakukan antar negara. Dengan ini berarti perusahaan tersebut telah menjalankan bisnis internasional.

Trend Multinasional Enterprises

Istilah yang paling sering digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang menjalankan bisnis internasional adalah Multinational Enterprise (MNE), yang menunjuk suatu perusahaan yang memiliki worldwide view atas produksi, pengadaan bahan baku dan berbagai komponen lain juga pasar. Tidak ada konsensus tentang seberapa besar penjualan, aset, laba, dan karyawan di luar negeri sehingga suatu perusahaan bisa dinamakan MNE. Indikator lain dari perusahaan yang menjalankan bisnis internasional adalah tingkat pengalaman internasional dari eksekutif kunci suatu perusahaan.
Menurut United Nation Centre on Transnational Corporations, beberapa trend pokok yang terjadi dalam aktivitas MNEs adalah :
1. Perusahaan-perusahaan Jepang semakin besar jika diukur dari penjualan dan kapitalisasi pasar dan dalam ekspor kapital dalam tahun 1980-an. Mereka muncul sebagai leading firms pada kebanyakan industri dan jasa.
2. MNEs Eropa Barat menjadi semakin penting. Mereka memperluas pengaruhnya di Eropa Barat dan juga bergerak ke Amerika Utara.
3. MNEs Amerika Serikat masih berinvestasi di luar negeri dalam jumlah yang signifikan. Meski demikian mereka merasa harus menghentikan ekspansi globalnya dan berinvestasi dalam jumlah yang signifikan di negerinya sendiri.
4. MNEs mengurangi ekspansinya di negara-negara berkembang dan berkonsentrasi di pasar yang lebih stabil.
5. Yang banyak melakukan ekspansi global adalah MNEs yang berukuran kecil dan menengah daripada yang berukuran besar. Selain itu ekspansi yang banyak dituju adalah sektor jasa.
6. Semakin meningkatnya global spread MNEs dari negara di Eropa Tengah dan Timur dan mantan Uni Sovyet.

Satu hal yang sulit untuk menentukan secara tepat MNEs terbesar di dunia. Hal ini disebabkan adanya perbedaan pandangan tenatang parameter yang digunakan. Parameter yang banyak dipakai untuk mengukur besarnya MNEs adalah penjualan dan nilai pasar. Tapi sebenarnya ada ukuran lain yang bisa dipakai, misalnya profit, return on shareholders equity, dan stock market valuations karena ini mencerminkan opini investor.
Berikut disajikan tabel MNEs sepuluh besar dilihat dari aspek penjualan dan nilai pasar (Radebaugh, 1993) :

Top 10 Global Corporation by Sales
Rangking Perusahaan Negara Sales
(US$ milyar)
1991 1990
1 1 C. Itoh Japan 151,6
2 3 Sumitomo Japan 149,7
3 2 Mitsui Japan 148,2
4 4 Mitsubishi Japan 140,4
5 5 Marubeni Japan 139,2
6 6 Exxon U.S. 115
7 8 General Motors U.S. 105
8 9 Royal Dutch/Shell U.K./Netherlands 102,7
9 7 Nissho Iwai Japan 97,3
10 10 Ford Motor U.S. 88,3
Top 10 Global Corporation by Market Value
Rangking Perusahaan Negara Market Value
(US billions)
1992 1991
1 2 Royal Dutch/Shell U.S. 77,82
2 1 Nippon Telegraph & Telephone Japan 77,52
3 3 Exxon U.S. 75,30
4 6 Philip Morris U.S. 71,29
5 4 General Electric U.S. 66
6 1 Wal-Mart Stores U.S. 60,82
7 20 Coca-Cola U.S. 58,47
8 15 Merck U.S. 58,41
9 18 American Telephone & Telegraph U.S. 55,85
10 7 International Business Machines U.S. 51,82
Multidomestik vs Global

Salah satu strategi MNE adalah melakukan investasi secara langsung, selain itu sebenarnya ada dua strategi yang patut dipertimbangkan, yaitu strategi multidomestik dan strategi global. Dalam strategi multidomestik setiap cabang di luar negeri relatif diberi kebebasan untuk menjalankan operasinya. Dengan demikian MNE tersenut beroperasi berdasarkan domestic-by-domestic market. Alasannya adalah bisnis tersebut mempunyai produk yang berbeda pada pasar masing-masing negara dan biaya transportasi yang tinggi, atau industri tersebut kurang memiliki skala ekonomis untuk berkompetisi secara global.
Startegi yang kedua adalah strategi global. Hal iini berdasarkan pada alasan bahwa potensi kesuksesan menjadi lebih besar karena diperolehnya keuntungan yang signifikan dengan adanya worldwide volume, baik karena berkurangnya biaya per unit, reputasi maupun pelayanan yang lebih baik daripada biaya tambahan yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan volume yang besar tersebut. Dalam strategi ini tidak hanya menganggap home country sebagai sumber bahan baku dan komponen-komponen manufakturing dan asembling, dan distribusi akhir serta penjualan. Strategi ini berusaha mengintegrasikan aktivitas global untuk mendapatkan keuntungan bagi perusahaan sebagai satu kesatuan dan bukan masing-masing cabang. Strategi ini juga relatif tidak memberikan kebebasan bagi cabang-cabangnya untuk menerapkan strategi masing-masing. Meski demikian, dalam strategi ini bukan berarti produk yang dihasilkan harus sama persis pada masing-masing negara. Produk tetap bisa dimodifikasi untuk memenuhi selera dan preferensi lokal dengan catatan tidak terlalu signifikan, sehingga skala ekonomis tetap masih bisa dipertahankan.
Apapun strategi yang dipilih, yang jelas untuk menjadi perusahaan global tetap bergantung pada seberapa efektif manajemen menangani dua dimensi yang berbeda tapi interaktif, yaitu lingkungan eksternal dan kemampuan internal perusahaan. Ada banyak hambatan lokal dan internasional yang mempengaruhi sebuah MNE. Hambatan tersebut dikelompokkan menjadi 4, yaitu:
1. Pendidikan, mencakup tingkat literacy, ketersediaan pendidikan tinggi, dan pendidikan khusus, sikap terhadap pendidikan, dan kemampuan pendidikan menyediakan skill yang dibutuhkan untuk kegiatan ekonomi.
2. Sosiologi/sosiokultural, meliputi pandangan terhadap manajer dan otoritas, kerjasama interorganisasional, pandangan terhadap prestasi dan kerja, sruktur kelas dan mobilitas individu, pandangan terhadap kekayaan, rasionalitas, pengambilan riisiko, dan kesempatan.
3. Hukum dan politik, diantaranya hukum yang relevan dengan rules of game dan fleksibilitas penerapannya, stabilitas politik, dan organisasi politik.
4. Ekonomi, secara umum meliputi kebijakan fiskal dan moneter, stabilitas ekonomi, paasar modal, faktor-faktor pendukung (infra dan suprastruktur), dan ukuran pasar.

Kemampuan internal perusahaan juga perlu diperhatikan, kemampuan ini sering disebut dengan firm-spesific advantage or ownership-spesific advantage. Kemampuan ini merujuk pada aset tak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan. Keunggulan ini sangat sulit untuk ditiru oleh para pesaingnya kecuali dalam jangka panjang atau dengan biaya yang tinggi. Dengan demikian core skill suatu MNE bisa berupa elemen struktur manajemen, teknik pemasaran, atau perencanaan strategis secara keseluruhan yang menghasilkan keunggulan tersebut.

Dimensi Akuntansi Atas Strategi Global

1. Harus dibuat laporan keuangan yang sesuai dengan undang-undang dan standar yang berlaku pada masing-masing cabang.
2. Harus disiapkan laporan keuangan yang konsisten dengan praktek dan standar akuntansi negara induk perusahaan beroperasi untuk keperluan konsolidasi.
3. Dengan adanya aktivitas ekspor dan impor maka harus ada penyeragaman suatu mata uang (mata uang tunggal).
4. Sistem pengendalian manajemen harus sesuai dengan kondisi di mana perusahaan beroperasi, dan juga harus memenuhi kebutuhan perusahaan secara keseluruhan.
5. Harus mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan pajak.
6. Dengan adanya transfer bahan baku antarnegara maka harus disusun kebijakan sistem transfer pricing yang memadai.
7. Jika ada cabang yang melakukan jasa akuntan publik dari perusahaan kantor akuntan publik yang berbeda, maka hal ini harus diperhatikan.

Senin, 14 Maret 2011

DIMENSI INTERNASIONAL AKUNTANSI

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional
DIMENSI INTERNASIONAL AKUNTANSI

Pengantar
Akuntansi merupakan sistem informasi organisasi baik bisnis maupun nonbisnis yang fungsinya menyajikan informasi keuangan untuk pihak – pihak yang berkepentingan. Penjualan barang dagang, pembayaran gaji, dan pembelian kredit merupakan contoh peristiwa bisnis yang dicatat akuntansi. Oleh karena itu, berbagai organisasi seperti misalnya perusahaan, lembaga pemerintahan, yayasan, organisasi kemasyarakatan, bahkan toko kecil pun membutuhkan akuntansi. Akuntansi juga lazim digunakan untuk membandingkan prestasi kerja suatu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Oleh karena itu, perusahaan menjadikan akuntansi sebagai bahasa bisnis (Accounting is the business language). Akuntansi memberikan informasi mengenai perusahaan dan transaksinya untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber dan penggunaan dana. Perkembangan hubungan organisasi dan bisnis menuju hubungan global, mengharuskan rekayasa informasi keuangan juga harus dapat menghasilkan informasi yang dapat memenuhi kebutuhan organisasi global.
Perkembangan Ilmu Akuntansi
Sebagai suatu disiplin ilmu akuntansi sudah ada dan telah dipraktekkan sejak berabad-abad lalu oleh berbagai suku bangsa di dunia. Akuntansi berkembang seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Pengaruh Cina, Timur Tengah dan India juga memberikan kontribusi yang penting bagi perkembangan akuntansi hingga saat ini. Sampai hari ini, akuntansi berkembang ke Eropa, Amerika dan merambah ke seluruh dunia termasuk Indonesia. Dalam perkembangan selanjutnya akuntansi berkembang menjadi akuntansi continental dan akuntansi anglosaxon. Pusat-pusat perkembangan akuntansi sekarang sejalan dengan pusat ekonomi dunia yaitu Amerika, Eropa, dan Jepang. Akuntansi continental berkembang di Jerman, Eropa Timur, Perancis dengan ciri utamanya adalah bersifat sangat konservatif dan lebih tertutup. Sedangkan akuntansi anglosaxon lebih bersifat transparan dan kurang konservatif, akuntansi anglosaxon dipakai di negara Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara bekas jajahan inggris seperti Malaysia, Pakistan, India, Australia, New Zealand, Hong Kong, Afrika Selatan, Nigeria dan Singapura. Perkembangan akuntansi yang pesat juga karena perkembangan ekonomi di negara-negara maju tersebut. Tantangan baru akuntansi muncul seiring dengan meningkatnya kuantitas dan kualitas kebutuhan informasi keuangan untuk bisnis maupun organisasi nonbisnis. Atas dasar sebab tersebut, negara maju tersebut menyusun standar akuntansi keuangannya dengan sangat baik dan lengkap sesuai dengan kebutuhan mereka.
Perbedaan Sistem Akuntansi
Pada dasarnya akuntansi itu sama yaitu suatu sarana bagi manajemen suatu organisasi baik perusahaan maupun non perusahaan untuk mengkomunikasikan posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisi keuangannya kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Didalam fungsinya akuntansi memerlukan suatu konsep pencatatan, pengukuran, penyajian yang harus diatur sesuai dengan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak yang berkepentingan meliputi pihak internal, manajemen dan pihak eksternal, misalnya investor, calon investor, kreditor, pemerintah, dan pihak lainnya. Kepentingan mereka sangat dipengaruhi kondisi lokal masing-masing negara tempat akuntansi dan pihak pemakai informasi berada. Beberapa aspek yang menyebabkan terjadinya perbedaan akuntansi di dunia antara lain :
a. Pertumbuhan Ekonomi, Semakin pesat pertumbuhan ekonomi semakin berkembang kegiatan bisnis dengan demikian juga demakin besar tuntutan informasi akuntansi perusahaan dari pemakai informasi.
b. Inflasi, Bagi negara-negara yang berpengalaman mengalami inflasi cukup tinggi standar akuntansinya mencakup standar akuntansi inflasi, sedangkan bagi negara-negara yang tidak pernah atau tidak sadar akan inflasi standar akuntansinya tidak mencakup masalah-masalah inflasi.
c. Sistem Politik, Untuk negara-negara yang menganut sisttem demokrasi, laporan keuangan yang disusun perusahaan di negara tersebut cenderung lebih transparan, lebih rinci dan lengkap. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pemakai informasi yang kedudukannya kuat relatif sama dengan perusahaan atau organisasi penyaji informasi keuangan.
d. Pendidikan, Semakin maju pendidikan suatu negara semakin banyak ahli-ahli di bidang akuntansi. Semakin banyak akuntan ahli semakin canggih informasi akuntansi yang dapat diberikan kepada pemakai informasi. Dengan semakin maju tingkat pendidikan akuntansi, semakin banyak pula aktivitas riset di bidang akuntansi yang akan menambah kualitas standar dan praktik-praktik akuntansi.
e. Profesi Akuntan, Semakin maju ttingkat pendidikan dan ekonomi suatu negara, profesi akuntan juga semakin kuat dan kemungkinan besar profesi tersebut dapat mendorong perbaikan dan pengembangan akuntansi, baik standar maupun praktik akuntansi.
f. Peraturan Perpajakan, Undang-undang pajak di suatu negara mempunyai pengarruh terhadap perkembangan standar dan praktik akuntansi.
g. Pasar Uang dan Modal, Semakin maju pasar uang dan pasar modal di suatu negara maka semakin maju pula akuntansinya. Hal ini disebabkan oleh persyaratan perusahaan yang akan mendaftarkan sebagai perusahaan go public di pasar modal atau akan mendapatkan pinjaman di pasar uang, persyaratan tersebut adalah penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan harus disudit oleh akuntan publik.

Evolusi dan Peran Bisnis Internasional
Bisnis internasional adalah bisnis yang operasinya meliputi wilayah internasional yaitu dua negara atau lebih sehingga di dalamnya termasuk bisnis regional dan bisnis internasional. Dalam buku International Accounting (Radebaugh, 1993) membagi perkembangan bisnis internasional kedalam empat tahap yaitu zaman praindustralisasi, zaman industralisasi, zaman setelah perang dunia II, dan zaman multinasional.

Aspek Akuntansi Pada Bisnis Internasional
Pada waktu perusahaan akan melakukan transaksi, menjual saham atau obligasi biasanya masing-masing perusahaan harus menyampaikan informasi keuangannya, dalam bisnis internasional penyampaian informasi keuangan memiliki kendala bahasa, mata uang, dan standar akuntansi keuangan. Kendala demikian memerlukan bantuan ahli akuntansi internasional yang memahami berbagai bahasa, mata uang asing dan standar akuntansinya.

Daftar pustaka : Suwardi, Eko.2000. Akuntansi Internasional. Yogyakarta : BPFE Yogyakarta.