Selasa, 29 Maret 2011

EVALUASI KINERJA DAN PENGANGGARAN

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

EVALUASI KINERJA DAN PENGANGGARAN

Fokus proses perencanaan adalah memberikan arah strategik bagi perusahaan dan memberikan rencana operasional untuk mencapai hasil akhir strategis tersebut. Peran akuntan manajemen pada proses perencanaan ini adalah bersama manajemen puncak mengidentifikasi kriteria kinerja dan memonitor pencapaian kriteria tersebut.
Dalam suatu studi mendallam atas sejumlah MNE di Eropa, diidentifikasi tahap-tahap dalam sistem pengendalian strategik formal sebagai berikut :
1. Tinjauan strategi periodeik untuk tiap bisnis, biasanya tahunan atau kurang dari itu.
2. Rencana operasi tahunan meliputi ukuran nonkeuangan dan ukuran keuangan tradisional.
3. Pemantauan formal atas hasil strategik dilakukan bersama proses pemantauan anggaran.
4. Penghargaan pribadi dan intervensi pusat.
Terdapat sejumlah keuntungan jika mempunyai proses pengendalian strategik yang dibangun dengan baik dan bersifat formal antara lain :
1. Realisme dan kejelasan yang lebih besar pada perencanaan
2. Standar kinerja lebih luas
3. Motivasi yang lebih baik untuk manajer unit bisnis
4. Intervensi manajemen pusat yang lebih tepat waktu
5. Tanggungjawab yang lebih jelas
Agar sistem pengendalian strategik berhasil, penting untuk menyeleksi tujuan strategis yang benar, berdasar analisis atas persaingan dan kekuatan perusahaan. Setelah itu target yang sesuai dibuat menurut strategi perusahaan. Sistem di samping jangan terlalu kaku juga jangan terlalu besar, kompleks dan birokratis. Mencoba melaksanakan konsep seperti yang diinginkan tersebut dalam lingkungan global tidaklah mudah. Karakteristik lingkungan nasional yang berbeda-beda akan membuaatnya sukar dan terlalu kompleks untuk menetapkan dan melaksanakan sistem pengendalian strategis.
Evaluasi kinerja
Pengukuran kinerja yang tepat atas individu/unit divisi bahkan perusahaan secara keseluruhan tidaklah sederhana dan mudah. Salah satu alasan adalah bahwa dasar pengukuran yang berbeda mengakibatkan pengukuran kinerja berbeda. Peristiwa-peristiwa yang mempengaruhi kinerja tidak dapat dikendalikan oleh individu atau unit yang dievaluasi.
Masalah perihal mata uang asing
Masalah mata uang asing juga membangkitkan masalah kontrolabilitas artinya mata uang naik atau turun nilainya adalah di luar kendali MNE dan perusahaan anak. Jika ada kerugian akibat translasi bukan merupakan kesalahan perusahaan yang bersangkutan karena di luar kendali perusahaan.
Masalah-masalah lain
Fluktuasi mata uang asing adalah satu masalah bagi perusahaan asal terhaadap peristiwa di luar kendali cabang-cabang luar negeri antara lain perang, bencana alam, perubahan kebijakan pemerintah dan lain-lain.
Memisahkan kinerja manajerial dan perusahaan anak
Memisahkan kinerja manajerial dari kinerja anak perusahaan relatif sukar namun hal ini penting dilakukan. Mungkin saja terjadi kinerja manajemen baik akan tetapi kinerja perusahaan anak jelek atau sebaliknya. Kinerja yang buruk kemungkinan dapat ditutupi dengan kinerja unit lain. Supaya tidak terjadi hal demikian dan agar ada penghargaan yang sesuai maka sistem evaluasi kinerja harus dapat memmisahkan kinerja manajerial dan kinerja perusahaan anak.
Trend pada evaluasi performance
Ada enam faktor yang mendorong perubahan pada teknik evaluasi kinerja, yaitu :
1. Restrukturisasi
2. Merger mania
3. Economic volatility
4. Peraturan akuntansi dan pajak baru
5. Pasar tunggal Eropa
6. Pasar modal global
Bisnis internasional menitikberatkan pada tiga langkah penting yang harus diikuti yakni pembuatan target bagi SBU’s berdasar biaya modal, pembuatan rasio target berdasar data kompetitif, dan strategi yang sesuai dengan kenyataan operasional.
Penganggaran bagi operasi-operasi global
Anggaran merupakan dimensi yang penting baik dalam kaitan dengan penjualan atau pendapatan. Ada beberapa aspek lingkungan internasional dan strategi global MNE yang mempengaruhi proses penganggaran. Pertama adalah aspek budaya dan perbedaan dalam persepsi nilai-nilai anggaran. Aspek kedua adalah berhubungan dengan harga transfer. Aspek ketiga berkaitan dengan lingkungan ekonomi yang tidak stabil khususnya dalam hubungan dengan inflasi.
Mata uang yang digunakan
Lessard dan Lighstone mengusulkan tiga pendekatan dalam melakukan translasi dengan pertukaran asing dalam proses penganggaran dalam hubungan evaluasi kinerja manajer :
1. Mengizinkan manajer operasi masuk ke dalam kontrak dengan perusahaan keuangan sehingga mereka dapat contrat away pembukaan mereka
2. Menyesuaikan kinerja aktual unit untuk variasi-variasi dalam tingkat pertukaran nyata pada akhir periode
3. Menyesuaikan rencana kinerja dalam kaitan dengan variasi dalam tingkat pertukaran nyata.
Cara pertukaran asing masuk ke dalam proses penganggaran
Menurut Lessard dan Lorange ada tiga tingkat yang digunakan. Pertama adalah tingkat pertukaran aktual dalam efek/saham ketika anggaran dibentuk, kedua tingkat yang diproyeksikan pada waktu anggaran dibentuk dalam mata uang dan ketiga tingkat pertukaran aktual dalam efek saat periode anggaran aktual berada.
Beberapa perbandingan internasional
Bailes dan Assada mengidentifikasikan sejumlah poin-poin yang menarik dalam membandingkan proses penganggaran di perusahaan Jepang dan Amerika, secara statistik signifikan sebagai berikut :
1. Rentang waktu rata-rata dalam persiapan anggaran tahunan perusahaan Amerika lebih lama 12 hari
2. Manaker divisi di perusahaan Amerika lebih berperan serta dalam diskusi komite anggaran dan mempengaruhi komite anggaran dibanding rekan mereka yang berada di Jepang
3. Manajer Jepang mungkin lebih banyak menggunakan selisih anggaran untuk mengakui masalah-masalah pada basis berdasar waktu dan menggunakan anggaran untuk meningkatkan anggaran untuk periode yang akan datang.
4. Manajer Amerika lebih banyak dievaluasi oleh anggaran
5. Bonus dan gaji manajer Amerika lebih banyak dipengaruhi oleh kinerja anggaran dibanding kasus manajer Jepang.

TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

TRANSLASI LAPORAN KEUANGAN MATA UANG ASING

Bisnis internasional menyebabkan munculnya masalah baru yaitu tentang mata uang suatu negara yang berbeda dengan mata uang negara lain. Dengan demikian, proses konversi perlu dilakukan, yaitu suatu mata uang asing diubah ke mata uang yang lain. Biasanya melalui seksi mata uang luar negeri dari bank di mana perusahaan berada.
Situasi menjadi kompleks ketikasuatu perusahaan menyajikan laporan keuangannya dalam suatu mata uang tertentu namun harus disajikan pula dalam mata uang yang lain. Kondisi ini melahirkan proses translasi yaitu suatu mata uang disajikan dalam mata uang yang lain.
Salah satu alasan perlunya proses translasi suatu laporan keuangan adalah untuk membantu pemakai memahami laporan keuangan tersebut. Beberapa istilah dalam proses translasi diantaranya :
1. Functional currency, adalah nilai mata uang dari lingkungan dimana perusahaan beroperasi.
2. Reporting currency, adalah nilai mata uang yang digunakan perusahaan induk dalam menyiapkan laporan keuangannya.
3. Foreign currency, adalah nilai mata uang selain reporting currency.
4. Local currency, adalah nilai mata uang negara di mana perusahaan asing beroperasi.
Metode Translasi
Proses pengubahan nilai mata uang dalam neraca dan laporan rugi laba dilakukan dengan mengalikan jumlah mata uang asing dengan nilai tukar yang layak. Ada 4 cara utama yaitu :
1. Current-noncurrent Methode, akun-akun dalam neraca dapat dikelompokkan menurut tingkat maturitasnya.
2. Monetary-nonmonetary Methode, aset dan utang yang berbentuk uang memiliki atribut yang sama sehingga penyajiannya harus diseusaikan dengan perubahan nilai tukar.
3. Temporal Methode, kas, piutang, dan utang diubah dalam current rate, sedangkan kewajiban yang lain diubah dalam current atau historical rate, tergantung pada karakteristiknya.
4. Current Rate Methode, semua set dan kewajiban diubah dalam current rate. Hanya nilai bersih yang dapat diubah ke historical rate.
International Accounting Standards
Beberapa hal yang memuat tentang translasi laporan keuangan menurut IAS 21 :
1. Translasi laporan keuangan mata uang asing menggunakan metode closing rate dan temporal tergantung pada karakteristik operasi perusahaan asing.
2. Bila menggunakan metode closing rate maka dapat digunakan metode rata-rata atau current rate.
3. Bila operasi perusahaan berada di negara yang tingkat inflasinya tinggi dapat disesuaikan terhadap inflasi lokal sebelum ditranslasikan ke dalam mata uang pelaporan atau dapat menggunakan metode temporal.

Minggu, 27 Maret 2011

AKUNTANSI INTERNASIONAL UNTUK GOODWILL DAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

AKUNTANSI INTERNASIONAL UNTUK GOODWILL DAN AKTIVA TIDAK BERWUJUD

Intangible assets adalah hak istimewa dan keuntungan kompetitif yang timbul dari kepemilikan suatu aktiva yang berumur panjang, yang tidak memiliki wujud fisik tertentu. Bukti pemilikan intangible assets bisa berupa kontrak, lisensi, atau dokumen lain. Intangible assets mungkin timbul dari :
1. Pemerintah, misalnya hak paten, hak cipta, merk dagang, dan nama dagang.
2. Perusahaan lain, misalnya pembelian yang mencakup pembayaran untuk goodwill.
3. Perjanjian tertentu, misalnya franchaise dan lease.
GOODWILL
Goodwill merupakan salah satu aset tak berwujud yang timbul sebagai akibat dari merger dan akuisisi. Goodwill adalah kelebihan harga beli untuk sebuah perusahaan di atas fair value dari keseluruhan aset bersih yang diperoleh perusahaan penawar. Beberapa konsep tentang goodwill :
1. Goodwill bukanlah sebuah aset yang independen seperti kas ataupun barang dagangan yang dapat dijual ataupun dipertukarkan.
2. Goodwill hanya sebuah penilaian dari aset-aset yang undervalued ataupun yang tidak tercatat.
3. Goodwill bukanlah aset yang berdiri sendiri namun hanya ada di dalam kombinasi bersama aset lainnya.

Goodwill hanya akan timbul bila metode yang digunakan adalah metode purchase, dan tidak akan terjadi bila metode akuntansi yang digunakan adalah pooling of interest.

BRANDS, MERK DAGANG, PATEN, DAN AKTIVA TAK BERWUJUD LAINNYA

Kapitalisasi dari nama brand menjadi persoalan khususnya di negara yang pendekatan pada praktek akuntansinya lebih fleksible dan perlakuan terhadap goodwill telah mempengaruhi baik pendapatan maupun modal. Alasan utama untuk mengkapitalisasi brand adalah akibat kontroversi terhadap goodwill, khususnya praktek penghapusan segera, yang memiliki konsekuensi menghapuskan dana pemegang saham. Masalah akuntansi untuk brand, merk dagang, paten, lisensi dan lain-lain belum memiliki perlakuan standar Akuntansi Internasional walaupun IASC sekarang sedang mengembangkannya.

RISET DAN PENGEMBANGAN

Timbul karena adanya keinginan yang tak pernah terpuaskan dan adanya pertumbuhan informasi teknologi yang cepat. Perusahaan multinasional memainkan peran utama dalam perkembangan riset dan pengembangan ini. Riset adalah penyelidikan orisinil dan direncanakan akan dijalankan dengan kemungkinan memperoleh ilmu baru atau pemahanan teknis. Dan pengembangan adalah terjemahan dari penelitian temuan atau pengetahuan lain ke dalam rencana atau rancangan untuk menghasilkan material, alat, produk, proses, sistem atau jasa yang baru atau yang dikembangkan secara substansial.

Persoalan utama dalam menghitung aktivitas ini adalah apakah biaya tersebut memenuhi kriteria untuk diakui sebagai aset atau sebagai biaya pada saat terjadi. Karena tidak ada kepastian bahwa keuntungan ekonomi dari aktivitas riset dan pengembangan di masa yang akan datang, maka dalam keadaan tersebut diperlakukan sebagai biaya pada periode di saat terjadi.

AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI DERIVATIF DAN MATA UANG ASING

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

AKUNTANSI UNTUK TRANSAKSI DERIVATIF DAN MATA UANG ASING

Pada dua dekade yang lalu banyak terjadi ketidakstabilan pasar valuta asing. Sepanjang tahun 1970-an dolar umumnya dalam keadaan lemah, berfluktuasi kira-kira 80%-90% dari nilai devaluasi dolar sebelum tahun 1971. Lalu pada awal tahun 1980-an dolar mulai menguat, tapi setelah itu melemah lagi hingga tahun 1980. Dengan demikian tahun 1980-an sampai tahun 1990-an dolar mengalami berbagai periode menguat dan melemah.
Untuk memahami kompleksitas lingkungan controller dan bagian keuangan MNEs kita harus dapat mengetahui organisasi dan dinamika pasar valas. Semua itu dijelaskan dalam pertukaran luar negeri, yang mencakup spot, forward market, dan juga mengenai derivatif kurs valas. Derivatif adalah sebuah instrumen yang diturunkan dari spot transaction dalam pertukaran internasional (foreign exchange). Contoh derivatif adalah forward exchange contract, dan option.
1. Foreign Exchange
A. Basic Markets
Tarif kurs (exchange rate) adalah jumlah dari suatu mata uang yang harus diberikan untuk mendapatkan satu unit mata uang lain. Jika tarif tersebut diperhitungkan untuk transaksi yang terjadi saat ini maka disebut spot rate. Kebanyakan transaksi mata uang terjadi di spot marke. Sedangkan the forward market adalah transaksi yang akan diselesaikan di kemudian hari. Kebanyakan transaksi yang ada di forward market adalah untuk jangka waktu 30 sampai 180 hari kemudian.
Forward rate adalah sebuah tarif kontraktual antara pedagang valas dengan kliennya, yang jarang sama dengan spot rate pada hari kontrak dibuat. Forward rate mungkin saja mempunyai dampak yang sama atau bisa juga berbeda dengan spot rate ketika forward contract diselesaikan.

B. Spot Market
Sebagian besar transaksi valas terjadi dengan pedagang asing di suatu bank. Oleh karena itu tarif dihitung dari perspektif pedagang tersebut. Umumnya pedagang akan menawarkan dua perhitungan, yaitu harga jual dan harga beli untuk valas.

C. Forward Market
Forward market adalah sebuah tarif kontrak antara para pedagang valas internasional dengan kliennya. Selama periode stabilitas nilai kurs, ada kemungkinan perbedaan yang relatif kecil antara current spot dan forward rate.

D. Foreign Currency Swaps
Salah satu turunan dari pertukaran luar negeri yang berkembang dengan cepat adalah swap market. Swap adalah sebuah transaksi spot dan forward yang terjadi bersamaan.

E. Options
Options adalah hak dan bukan kewajiban untuk perdagangan valas di masa yang akan datang. Contoh, perusahaan US membutuhkan yen jepang dalam 30 hari. Jika diputuskan untuk membelanjakan dengan option maka dapat langsung menghubungi perantara di Philadelphia exchange atau juga dengan Investment banker.

2. Transaksi Valuta Asing
Transaksi valas adalah transaksi yang dilakukan dalam valas, bukan pelaporan mata uang perusahaan. Pelaporan mata uang perusahaan adalah pelaporan mata uang yang dipakai di dalam laporan keuangan perusahaan. Transaksi dalam valasbisa mencakup pembelian dan penjualan barang dan jasa, pinjam-meminjam dana, penerimaan atau pembayaran dividen. Berkaitan dengan transaksi valas ini perusahaan harus memecahkan 4 masalah akuntansi :

1. Pencatatan awal transaksi yang dilakukan
2. Mencatat saldo valas pada tanggal neraca berikutnya
3. Perlakuan rugi laba karena nilai kurs
4. Pencatatan dan pelunasan piutang kurs dan utangnya pada saat jatuh tempo
Ada banyak kombinasi untuk memecahkan empat masalah tersebut di atas, tapi kombinasi yang utama adalah :
1. Dua transaksi, mengakui gains dan losses
2. Dua transaksi, menunda gains dan losses
3. Satu transaksi, mengakui gains dan losses
Pendekatan pertama adalah yanng umum dilakukan, dan melibatkan pencatatan equipment dan account payable pada spot rate saat tanggal transaksi. Perbedaan antara nilai sebelumnya dan nilai spot rate yang baru adalah pengakuan rugi laba pada periode akuntansi berjalan. Sedangkan pada pendekatan kedua, gain atau losse ditunda sampai liability dilunasi. Gain dan losse diakui hanya pada saat tanggal penyelesaian. Pada pendekatan ketiga, equipment dan account payable merupakan satu kesatuan. Perubahan pada suatu rekening juga akan menyebabkan perubahan di rekening lain.
Standar Akuntansi Internasional
International Accounting Standards memperbolehkan :
1. Laba/rugi pada monetary item valas jangka panjang (misal utang jangka panjang) dapat ditunda dan di write-off dengan dasar yang sistematis selama umur monetary item tersebut.
2. Laba/rugi yang dihasilkan dari devaluasi yang mempengaruhi utang yang terjadi untuk membeli aset dapat digunakan untuk menyesuaikan nilai yang sedang berjalan dari aset yang bersangkutan dan dicatat sepanjang kehidupan aset tersebut, selama penyesuaiannya tidak mengakibatkan penurunan nilai pengganti atau nilai neto yang dapat direalisasikan.

3. Akuntansi Derivatif Valuta Asing
A. Akuntansi untuk Forward Contract
Berkaitan dengan akuntansi untuk forward contract ini ada empat nilai tukar yang perlu diketahui, yaitu : spot rate pada tanggal dibuat, nilai tukar forward contract, nilai tukar yang diharapkan ketika kontrak dilakukan, dan nilai tukar spot rate sesungguhnya ketika kontrak selesai. Informasi tentang nilai tukar ini diperlukan untuk menentukan apakah akan melakukan kontrak dan evaluasi terhadap keputusan kontrak.
Dalam mengambil keputusan untuk melakukan kontrak, seorang manajer keuangan dapat melihat pada dua biaya yang berbeda, yaitu premi/diskon dan opportunity cost. Premi/diskon adalah perbedaan forward rate dan spot rate pada saat kontrak dilakukan. Sedangkan opportunity cost adalah perbedaan antara forward rate dan spot rate yang diharapkan. Dalam evaluasi kontrak yang sudah ada, opportunity cost adalah perbedaan antara forward rate dan actual spot rate.
Hal yang menarik tentang perlakuan akuntansi untuk forward contract adalah perlakuan tersebut berubah-ubah secara signifikan tergantung pada tujuan kontrak tersebut meskipun kontraknya sendiri tetap samaa pada setiap situasi.

B. Hedging Komitmen terhadap Mata Uang Asing
Ketika sebuah perusahaan melakukan komitmen berarti perusahaan melakukan kontrak perjanjian untuk melakukan penjualan atau pembelian dengan pengiriman yang akan dilakkukan di masa datang. Dalam hal ini tidak ada transaksi yang dicatat karena kontrak yang terjadi merupakan kontrak yang melibatkan komitmen terhadap hedging (perlindungan) yang dilakukan perusahaan, maka pengakuan adanya kerugian atau keuntungan akan ditangguhkan sampai transaksi tersebut dicatat sebagai bagian penyesuaian terhadap harga yang disepakati bersama.

C. Hedging Transaksi terhadap Mata Uang Asing
Transaksi mata uang asing ini dapat terjadi karena jual beli barang atau jasa, pembayaran atau penerimaan dividen, atau dapat juga pembayaran atau penerimaan uang pokok dan bunga dari obligasi.

D. Hedging Investasi Netto
Alasan ketiga untuk melakukan forward contract adalah untuk melindungi pengungkapan posisi neraca kantor perwakilan/kantor cabang di luar negeri. Konsep dari pengungkapan tersebut secara singkat berarti bahwa ekuivalensi dolar terhadap mata uang asing pada rekening di neraca akan berubah bila nilai tukarnya berubah.

E. Forward Contract untuk Tujuan Spekulasi
Alasan utama perusahaan mengadakan kontrak adalah untuk memperoleh uang dari kontrak, bukan untuk melindungi komitmen bisnis, transaksi, atau pengungkapan posisi neraca.

F. Perbandingan Praktek Antarnegara
Hedging untuk komitmen mata uang asing mendapat perlakuan yang hampir sama pada sebagian besar negara industri maju. Hal yang sama juga berlaku bagi hedging investasi neto pada anak cabang luar negeri.di AS, forward contract cenderung bersifat spekulatif dan tidak diakui dalam aturan akuntansi hedging untuk komitmen mata uang asing dan transaksi. Namun demikian, jika probabilitas munculnya kejadian tersebut sangat tinggi, maka hal tersebut masih mungkin diterapkan. Ketentuan di atas juga diterapkan di Australia, Perancis, Italia, Jepang, dan Inggris. Akan tetapi hal ini tidak berlaku di Kanada, Jerman, dan Belanda.

Jumat, 25 Maret 2011

AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA DAN INFLASI SECARA INTERNASIONAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

AKUNTANSI PERUBAHAN HARGA DAN INFLASI SECARA INTERNASIONAL

Inflasi merupakan fenomena dunia yang banyak terjadi di negara berkembang namun kecenderungan yanng ada negara maju mengaddopsi akuntansi inflasi untuk memperbaiki penyimpangan dari conventional historical cost accounting yang memasukkan unsur perubahan harga dan inflasi pada pendapatan dan aset.
PENGARUH INFLASI PADA PERUSAHAAN
Inflasi mempengaruhi posisi keuangan dan kinerja suatu perusahaan, kaitannya dengan posisi keuangan adalah aset keuanngan akan berkurang nilainnya selama inflasi karena berkurangnya daya beli.
ALTERNATIF PENGUKURAN AKUNTANSI
A. GENERAL PURCHASING POWER
Meliputi semua sistem yang dirancang untuk menjaga real purchasing power dari modal pemilik perusahaan dengan akuntansi untuk perubahan dalam tingkat harga.

B. CURRENT VALUE ACCOUNTING
Meliputi semua sistem untuk menghitung nilai sekarang atau perubahan dalam harga khusus mencakup current cost accounting, replacement accounting dan current exit price accounting/selling price accounting.

C. CURRENT VALUE : GPP ACCOUNTING
GPP dan CVA digabungkan dalam real value sistem.
PERBANDINGAN PERATURAN DAN PRAKTIK
Perkembangan akuntansi inflasi didapat dari negara yang mengalami hiperinflasi yakni negara-negara Amerika latin; Brazil, Argentina, Chili. Di Brazil dan Chili penyesuaian rekening ke dasar daya beli diperkenalkan sejak 1970 sedang di Argentina standar profesi merekomendasi penyajian laporan keuangan supplementary general purchasing power.
Inisiatif harmonisasi internasional United Nation
UN menyarankan pendekatan pengungkapan untuk mengatasi masalah akuntansi inflasi. Group of experts on international standards of accounting and reporting (GEISAR) menganjurkan hanya ada satu kebijakan yang digunakan berdasar standar IASC.
The European community
Menyetujui susunan pelaporan keuangan, metode penilaian yang terdiri dari pelaporan tahunan dan pelaporan berorientasi pada masyarakat. Namun tiap negara anggota dapat memilih metode akuntansi biaya yang dipergunakan untuk menyediakan informasi pendukung atau asumsi untuk perbandingan.
STRUKTUR DAN KEBIJAKAN AKUNTANSI
Nilai sekarang
Perhitungan laba bersih dan penilaian aset berdasar nilai sekarang sama dengan nilai pengganti yaitu lebih rendah dari nilai direalisasi.
Nilai luar negeri
Semua mata uang LN diubah dalam mata uang DN berdasar tarif pertukaran resmi pada tanggal neraca sedang selisih forward rate dan tarif sekarang diamortisasi selama forward contract. Selisih pertukaran translasi investasi bersih LN terhadap mata uang DN dihitung sebagai selisih translasi modal saham dalam neraca.
Aset tetap dan aset lancar
Aset tetap tak berwujud dimasukkan dalam neraca kecuali nilai pembayaran pihak ketiga dan royalti. Aset tetap tak berwujud disajikan berdasar nilai sekarang.

TEKANAN TERHADAP PENGUNGKAPAN DAN HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

TEKANAN TERHADAP PENGUNGKAPAN DAN HARMONISASI AKUNTANSI INTERNASIONAL

Tekanan internasional terhadap perkembangan akuntansi dalam rangka perbandingan akuntansi dan informasi akuntansi muncul di berbagai kelompok kepentingan dan organisasi. Kata harmonisasi sering rancu dengan standarisasi. Harmonisasi merupakan pendekatan yang lebih fleksibel dibanding standarisasi. Berbagai kelompok kepentingan yang berpengaruh terhadap pengungkapan dan harmonisasi akuntansi adalah sebagai berikut : pemerintah, serikat dagang dan buruh, investor (termasuk analis keuangan), bankir dan kreditor, publik, akuntan dan auditor.
1. Pemerintah
Secara faktual, pemerintah bukan pemakai penting dari laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan. Tetapi, pemerintah dalam situasi tertentu bertindak sebagai pengatur untuk tujuan-tujuan tertentu. Sebagai contoh, partisipasi dan dukungan terhadap United Nations Commission Transnational Corporations, memberikan gambaran tekanan pemerintah terhadap pengungkapan informasi. Beberapa kendala yang dihadapi pemerintah yang berperan dalam pengaturan pengungkapan informasi, pertama adalah informasi yang relevan terhadap operasi suatu perusahaan mungkin tidak tersedia dari perusahaan tersebut tapi dari luar perusahaan, misalnya dari perusahaan induk. Yang kedua adalah peran penting perusahaan multinasional dalam perdagangan dunia dan pembangunan menyebabkan pemerintah secara langsung atau melalui organisasi intergovernmental melakukan evaluasi dan monitor terhadap strategi, kinerja, dan perilaku perusahaan multinasional secara keseluruhan. Ketiga, peran pemerintah dijalankan oleh fungsi-fungsi dari berbagai departemen, misalnya Dirjen Pajak.

2. United Nations
Keterlibatan UN dalam debat pengungkapan informasi adalah pada tahun 1976 pada saat Group of Experts ditunjuk untuk membuat proposal mengenai pengaruh perusahaan multinasional terhadap pembangunan dan hubungan internasional. Studi tersebut tidak hanya mengidentifikasi problem perbandingan internasional tapi juga mengungkapkan kekurangan informasi baik finansial maupun nonfinansial.akibatnya Group of Experts berkonsentrasi kepada pengembangan daftar item minimum baik finansial maupun nonfinansial yang diungkapkan oleh perusahaan untuk laporan perusahaan secara umum baiik pada level perusahaan secara keseluruhan atau anggota perusahaan secara individu. Hasilnya adalah usulan secara komprehensif dan detail terhadap laporan keuangan konsolidasi, informasi segmental, dan informasi nonfinansial dan informasi sosial.

3. Organization For Economic Cooperation And Development
Merupakan keanggotaan yang lebih terbatas dibandingkan UN. Dengan hanya 24 anggota, organisasi ini merupaka perwujudan kepentingan megara-negara industrialis terutama di negara-negara Barat termasuk Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan Amerika. Secara umum tujuan OECD adalah bekerja untuk membangun suatu kesepakatan dan pengertian internasional terhadap isu-isu yang bermacam-macam, sebagai dasar untuk meningkatkan perbandingan dan harmonisasi serta standar pelaporan.

4. European Community
EC telah terlibat dalam harmonisasi internasional dan standar pelaporan sejak pertengahan 1960-an sebagai bagian penting dari program harmonisasi company law yang dilakukan berdasarkan Treaty of Rome pada tahun 1957. Harmonisasi akuntansi dan pelaporan dalam EC signifikan terhadap perusahaan multinasional karena dibanding dengan UN dan OECD, berbagai kesepakatan yang mengambil bentuk directive mempunyai kekuatan hukum melalui negara-negara dalam komunitas.

5. Serikat Dagang dan Pekerja
Dalam konteks nasional, serikat dagang berusaha untuk mempengaruhi perilaku perusahaan multinasional maupun dalam mempengaruhi kebijakan pemerintah. Hubungan antara serikat dagang dan perusahaan mutinasional menjadi lebih kompleks dan bervariasi. Informasi yang dibutuhkan oleh serikat dagang tergantung point-point spesifik berdasar bentuk perusahaan dan tujuan informasi tersebut dibuat.

6. Investor
Investor termasuk analis keuangan adalah mereka yang mempunyai akses dan menggunakan laporan perusahaan dan informasi lain yang dipublikasikan sebagai dasar keputusan investasi. Kepentingan investor untuk memperoleh informasi dari perusahaan diwakili oleh organisasi anallis keuangan internasional. Jenis informasi yang relevan bagi investor dan analis keuangan adalah yang berhubungan dengan performance dan prospek keuangan masa depan operasi MNE secara menyeluruh, khususnya berdasar segmentasi geografis dan line of business.

7. Bankir dan Kreditor
Sama dengan investor informasi yang dibutuhkan oleh bankir dan kreditor adalah difokuskan pada informasi perusahaan yang berkaitan dengan posisi keuangan, performance, dan prospek masa depan. Dalam konteks harmonisasi akuntansi internasional, organisasi perbankan internasional terlibat dalam mendukung supaya informasi dari kliennya ; pemerintah, institusi keuangan, dan perusahaan lebih komparabel.

8. Publik
Kelompok ini misalnya adalah konsumer dan pemegang saham. Tampaknya sangat bermanfaat mengidentifikasi ini dalam kaitannya dengan performance social MNEs. Mereka yang mempertimbangkan aspek ini mencakup pemerintah, serikat dagang, investor, bankir, kreditor, konsumer, pembayar pajak, dan pihak lain yang dipengaruhi oleh performance social MNEs, sebagai ganti atau tambahan dari performance financial.

9. Akuntan dan Auditor
Sebagai penyiap dan pemakai informasi MNE, sangatlah nyata bahwa peran akuntan sangat penting. Mereka sangat berpengaruh dan bertanggungjawab atas informasi tersebut. Hal ini dikuatkan dengan peran akuntan sebagai auditor yang berfungsi sebagai pemverifikasi laporan yang dikeluarkan oleh MNE bagi pihak luar. Bersamaan dengan tumbuhnya secara pesat perusahaan akuntan publik internasional sebagai respon atas MNEs aktif dalam harmonisasi akuntansi dan pelaporan, maka pengembangan organisasi profesi secara internasional menjadi penting.
10. Harmonisasi dan Pengungkapan
Harmonisasi dan pengungkapan akuntansi mungkin menolong mengembalikan keseimbangan persaingan antara MNEs dan perusahaan domestik negara tuan rumah dan meningkatkan posisi penawaran pemerintah tuan rumah. Akan tetapi peraturan adalah penting sebagai alternatif atau suplemen untuk menekan dorongan pasar dalam negara-negara tuan rumah dan dalam pasar keuangan internasional yang terlibat mengandalkan pada perluasan lingkungan internasional yang lebih kompetitif.

Kamis, 24 Maret 2011

KOMBINASI DAN KONSOLIDASI BISNIS INTERNASIONAL

Nama : Kartika Utami
Kelas : 4 EB05
Tugas Softskill Akuntansi Internasional

KOMBINASI DAN KONSOLIDASI BISNIS INTERNASIONAL

Suatu kombinasi bisnis dapat terjadi apabila suatu perusahaan bergabung dengan satu perusahaan lain atau lebih menjadi satu entitas akuntansi dan entitas yang baru tersebut meneruskan aktivitas perusahaan-perusahaan terdahulu yang semula terpisah (APB Opinion No.16).
Menggabungkan entitas-entitas bisnis yang semula terpisah adalah suatu alternatif untuk memperluas usaha. Meskipun tujuan utama kombinasi bisnis adalah profitabilitas, namun manfaat lain yang diperoleh adalah efisiensi operasi melalui integrasi operasi maupun diversifikasi risiko bisnis melalui konglomerasi.
Kombinasi bisnis dadpat dikategorikan menjadi salah satu bentuk di bawah ini :
1. Merger, yaitu apabila suatu perusahaan mengambil alih operasi suatu entitas bisnis lain dan entitas bisnis tersebut kemudian dilebur menjadi satu dengan perusahaan yang mengambil alih.
2. Konsoslidasi, yaitu apabila suatu perusahaan baru terbentuk dengan mengambil alih aset atau operasi dua atau lebih entitas bisnis yang terpisah dan perusahaan-perusahaan lama tersebut dibubarkan.
3. Akuisisi, yaitu apabila suatu perusahaan membeli hak milik entitas lain, namun kedua entitas bisnis tersebut tetap beroperasi secara terpisah.
Kinerja keuangan dan prospek masa depan perusahaan sebagai sebuah entitas bisnis menarik perhatian berbagai kelompok seperti investor, bankir, pekerja, dan manajer. Dalam konteks ini sebuah laporan keuangan yang dikontrol dan dikoordinasikan oleh perusahaan induk menjadi relevan.
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
Laporan keuangan konsolidasi umumnya diterima dalam praktek sebagai cara akuntansi untuk kombinasi bisnis secara internasional. Laporan konsolidasi menjadi relevan bukan hanya terhadap pemakai luar tapi digunakan manajemen untuk kontrol dan koordinasi.
A. Perbandingan Praktek
Dalam survei yang dilakukan pada tahun 1989 terhadap perusahaan multinasional menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan menyediakan laporan keuangan konsolidasi internasional. Dalam praktek, kualitas dan kuantitas informasi konsolidasi bervariasi baik antarnegara maupun dalam satu negara. Di Inggris, neraca dari sebuah perusahaan induk selalu disediakan sebagai tambahan dari neraca dan laporan rugi laba konsolidasi. Sebaliknya di Amerika, hanya laporan keuangan konsolidasi yang disediakan. Di Jerman, praktek yang umum adalah penyediaan informasi baik perusahaan induk maupun laporan keuangan konsolidasi. Ada pula beberapa negara yang mensyaratkan secara ketat peraturan untuk pengungkapan konsolidasi seperti Jepang pada tahun 1976 dan ada yang sukarela melakukannya seperti beberapa perusahaan di Italia dan Swiss.
B. Purchase vs Pooling Interest
Terdapat perbedaan pertimbangan antarnegara untuk menerapkan berbagai metode yang ada untuk konsolidasi. Di Inggris metode konsolidasi yang biasanya digunakan adalah purchase dimana aset direvaluasikan ke fair value pada tanggal akuisisi dan perbedaan antara harga beli dan revaluasi diakui sebagai goodwill dalam konsolidasi. Di beberapa negara lain metode pooling of interest juga dijalankan dalam situasi tertentu. Pada metode ini aset tidak direvaluasi, tidak ada goodwill dan tidak ada perbedaan pendapatan antara sebelum dan sesudah akuisisi.
Pengaruh perbedaan itu addalah di bawah pendekatan akuisisi, laba kombinasi menurun dengan kenaikan depresiasi karena revaluasi aset. Penurunan profit mungkin terjadi karena amortisasi goodwill meskipun write-off diperbolehkan. Karena itu terdapat kecenderungan penggunaan metode pooling of interest sebagai alternatif metode purchase.
Dalam praktek, metode poolong of interest hanya digunakan untuk sebagian kecil perusahaan multinasional. Di Australia dan Jepang tidak diperbolehkan tapi dijalankan di Kanada dan AS dalam situasi tertentu dan diperbolehkan dinegara-negara seperti Perancis, Jerman, Belanda, Swedia, Swiss, dan Inggris.
USAHA HARMONISASI INTERNASIONAL
Menyangkut harmonisasi internasional pada permasalahan konsoliddasi, terdapat beberapa ide yang mengarah pada pemahaman secara bersamaan mengenai konsolidasi terutama pada tingkat masyarakat Eropa dan IASC. Di Eropa langkah yang paling berharga bagi harmonnisasi adalah adaptasi Seventh Directive On Consolidated Account pada tahun 1983. Point yang tercantum sangat penting dalam hal memberi arahan bagi konsolidasi secara luas pada tingkat dunia. Arahan tersebut juga searah dengan praktek akuntansi anglo-amerika yang dominan pada saat ini. Meskipun demikian arahan ini juga memasukkan praktek-praktek di Eropa.
LAPORAN ALIRAN KAS
Laporan aliran kas atau laporan posisi keuangan semakin diakui sebagai sebuah perangkat yang tidak kalah pentingnya dalam keseluruhan laporan keuangan konsolidasi. Laporan ini menggambarkan aliran masuk dari operasi dan dari hal lain seperti pinjaman baru, modal, atau penjualan aset bersama aliran keluar dana yang diperuntukkan bagi pembayaran dividen, pembayaran utang dan investasi.
USAH HARMONISASI INTERNASIONAL
Pada tingkat masyarakat Eropa, permintaan atau proposal berhubungan dengan dana dan laporan arus kas tidak ada. Hal yang tidak mengherankan jika permintaan untuk itu hanya ada di Pernaacis dan Inggris dan negara-negara anggota INTERNATIONAL ACCOUNTING STANDARD 7 (IAS 7), tidak jauh beda dari rekomendasi presentasi laporan dana. IAS 7 tidak memberi bahasan spesifik item-item yang diungkapkan maupun bagaimana laporan disajikan, hanya menyatakan bahwa perusahaan harusnya mengadopsi laporan perubahan posisi keuangan.
AKUNATNSI JOINT VENTURE
Joint venture merupakan fenomena bisnis yang relatif baru dan tumbuh dengan cepat beserta isu-isu yang melatarbelakangi. Baik antara perusahaan multinasional itu sendiri dan antara perusahaan dinegara tempat operasinya maupun dengan pemerintah. Masalah yang terjadi adalah bagaimana untuk melakukana koordinasi kultur dan tradisi akuntansi yang berbeda dengan cara yang dapat memberikan solusi kepada kontrol keuangan, pengukuran laba, dan penilaian investasi joint venture. Jika terdapat perbedaan penilaian aset, depresiasi, perlakuan utang dan penggunaan dana untuk berbagai tujuan termasuk investasi baru dan manfaat sosial pegawai.